Iklan

Redaksi
7 Desember 2022, Desember 07, 2022 WIB
Last Updated 2022-12-07T09:47:07Z
BatamBea Cukai BatamBerita KepriBerita Pilihan

Gelper Kampung Aceh Masih Marak, Padahal Tidak Jarang Diobrak-abrik Polisi

Advertisement


BATAM|Kampung Aceh yang berada di Simpang Dam, Sei Beduk, kota Batam, seolah tidak berhenti dari pemberitaan negatif khususnya Narkoba dan Perjudian, bahkan Arena Perjudiannya pernah dibakar.


Terbilang Sudah berapa kali pemukiman ini digerebek polisi untuk kasus Narkoba dan perjudian. namun, itu tidak membuat pengusaha yang menggeluti bisnis tersebut seakan-akan tidak ada jeranya ibarat patah tumbuh hilang berganti.


Berkaitan dengan itu, Kapolri Jenderal Polisi Listio Sigit Prabowo dengan tegas memerintahkan penutupan semua bentuk perjudian yang ada di Indonesia termasuk yang bernama arena gelanggang permainan (Gelper) dan game zone.


Bersamaan dengan Terbitnya telegram S T/2122/X/RES/1.24/2021 membuktikan keseriusan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dalam upaya menumpas segala bentuk perjudian.


Serta merujuk pada Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 303 dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1974 Tentang Penertiban Perjudian.


Dalam telegram itu instruksi agar seluruh Kapolda se-Indonesia menindak tegas segala bentuk perjudian. Jika ada oknum kepolisian yang terlibat melindunginya, agar ditindak tegas dan Perintah itu diaminkan jajaran Polda se-Indonesia.


Khusus di Kota Batam, Perintah menumpas tindak pidana perjudian, polisi tetap melakukan pengawasan terhadap aktifitas tersebut. Namun, ada satu tempat yang akrab disebut Kampung Aceh yang terletak di Simpang Dam, Kelurahan Mukakuning Kecamatan Sei Beduk, justru aktifitas judi yang berkedok game zone atau gelanggang permainan marak bahkan ramai pengunjung.



Ubaidillah, salah seorang warga Simpang Dam kepada . Barometerkepri.web.id, Selasa (6/12/2022) mengatakan, aktivitas Gelper di kawasan Kampung Aceh masih beraktifitas.


“Para pemain yang terdiri dari wanita dan pria ingin mengadu nasib di arena itu, mereka keluar masuk silih berganti tanpa mengindahkan waktu bahkan hingga subuh”, jelas Ubaidillah.


“Sekarang ini ada tiga lokasi yang aktif beroperasi dan ramai pengunjung”, imbuh Ubaidillah.


Menanggapi adanya aktifitas perjudian yang masih nekat beroperasi di Kota Batam, Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto menegaskan tidak akan segan-segan memberanguskan segala bentuk perjudian di Kota Batam.“Kita sikat habis semua bentuk perjudian,” ujarnya singkat.


Sejalan dengan.pendapat Ibnu Hajar, SH, seorang praktisi hukum dan juga Ketua Dewan Etik Ikatan Jurnalis Muslim Batam Indonesia IJMB Indonesia ketika di Klarifikasi terkait adanya aktifitas judi di Kampung Aceh mengatakan, “Kami akan melakukan investigasi adanya informasi aktifitas judi yang ada di Kampung Aceh. Apabila benar adanya, atas nama Ikatan Jurnalis Muslim Batam Indonesia akan mensomasi Kapolda Kepulauan Riau dengan Kop Surat dan Stempel basah”, Tegas Ibnu Hajar SH atau Praktisi Hukum sekaligus ketua Dewan Etik IJMB Indonesia. (red/Tim)